Artikel Sedarah: Berkongsi dengan jiran – 3

Kak Rahmah pula nampaknya lebih mengada-ngada dan menunjuk-nunjuk. Semasa mengambil lauk-lauk dan menyudukan nasi ke dalam mulutnya, dengan sengaja dia membongkok lebih sedikit agar bapa mertuaku berpeluang nampak kebonjolan dan lurah teteknya dengan lebih mudah, agar lebih banyak bahagian dapat ditinjau. Tak sia-sia dia memakai ‘low-cut’ (in fact very low) blouse sebagai umpan. Bertuahnya bapa mertuaku..!! Saham tengah naik..!!

Aku pasti senario indah di hadapan mata bapa mertuaku membuatkannya ‘lapar’ dan ‘haus’ dalam kekenyangan. Ketika itu betapa banyak pun dia makan dan minum, aku yakin dia tetap kelaparan dan kehausan.. Aku tidak menyalahkannya. Kalau aku juga lelaki macam dia, tentu aku tak berdaya melepaskan peluang keemasan begitu saja. Yang bulat sudah datang bergolek, yang leper sudah datang melayang. Rezeki jangan ditolak..

Aku pun ada kemahuan juga. Sambil tangan kananku memegang gelas minuman, tangan kiriku turun ke

Posted in Sedarah | Tagged , , , , | Leave a comment

Artikel Sedarah: Flora ria di Kubang Buaya – 4

N terdiam.

“Kak Suria?” tiba-tiba terpacul nama itu.

N memandang ke muka Kak Ramlah.

“Naper dengan Kak Suria?” tanya Kak Ramlah.
“Apakah dia masih virgin?” tanya N lagi dini pagi itu.
Kak Ramlah mengeluh. “Kalau mak takde, Kak Suria juga takde. Dia tidur dengan member dia.”
“Ooo kenapa begitu? Apakah dia juga mangsa ayah?” tanya N tergambar wajah Kak Suria yang cantek itu.
“Ya, ayah ambil dara Kak Suria sebab tak dapat dara akak. Ayah paksa menyetubuhi dia. Macam rogol dialah,” sambung Kak Ramlah.
“Jadi selalunya akaklah layan nafsu ayah bila mak takde. Kalau mak ada pun bila ayah nak dia cari akak juga. Adik Suria tak akan layan ayah. Dia benci pada ayah.”

N merasakan dirinya bagai dipukul gelora. Namun itulah kenyataannya.

“Kuat nafsu ayah kak..” kata N.
“Yer, tapi ayah main sekejap je.

Posted in Sedarah | Tagged , , , , | Leave a comment

Mesum Sedarah: Sepupuku Lisa

Kisah ini adalah kisahku sebenarnya. Dalam cerita ini aku buat nama-nama tokoh kisah ini dengan nama yang berbeda, karena aku takut orang yang bersangkutan dengan cerita ini mengetahui, makanya aku buat demikian. Kisah ini adalah pengalamanku sebenarnya yang terjadi sekitar bulan januari 1982 dimana namaku (tokoh) dan tempat kejadiannya kurubah. Jika ada di antara pembaca merasa terbawa dalam kisahku ini aku mohon maaf kepada saudara/i. Sebelumnya aku perkenalkan diriku dulu. Namaku Sultan, wajahku lumayan lah. Kata teman-temanku, aku tampan. Itu kata mereka, kalau menurutku, aku biasa-biasa saja. Aku anak dari seorang pejabat. Papaku bekerja di suatu kantor pemerintahan, waktu itu ayah menjabat sebagai wakil walikota.

Awal kisah ini terjadi sekitar awal Januari, dimana waktu itu aku sedang sendiri di rumah, sedang nonton TV tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara bel berbunyi.Kringg.. kring.. suara bel berbunyi itu membuat aku terkejut.Kemudian aku membuka pintu, aku melihat

Posted in Mama | Tagged , , , | Leave a comment