-
Cerita Terakhir
- Artikel Sedarah: Pesta sex di kolam renang
- Cerita Panas: Cerita Seks – Ngentot sama Neng Shinta Yang Hot dan Menggairahkan
- Mesum Sedarah: Bercinta bersama kakak
- Artikel Sedarah: Gelora di kolam renang
- Mesum Sedarah: Flora ria di Kubang Buaya – 2
- Artikel Sedarah: Rumah sakit nikmat
- Desy Orgasme Bersama Papa
- Artikel Sedarah: Pesta seks anak muda
- Nikmatnya Ngentot Adik Ipar
- Artikel Sedarah: Pak Budi
-
-
Kategori Umum
Situs Teman
Tag Archives: Pijat
Artikel Sedarah: Pijat dan ngeseks dengan pembantu – 1
“Dari Cisompet, Bu” kata pembantu baru itu kepada isteriku ketika ditanya asalnya dari mana.
“Cisompet ? daerah mana tuh”
“Itu Bu” Garut terus ka kidul .. jauh”. Dekat perkebunan teh” jelasnya lagi dengan wajah memerah karena malu2 kali. Wajah yang biasa saja seperti wajah gadis desa lainnya, tapi Tini ini punya kelebihan, kulitnya kuning langsat dan bersih, badannya sedikit agak gemuk.
“Pameumpeuk, maksud kamu” kataku nimbrung, ingat daerah pantai selatan Garut, yang ada tempat peluncuran roket itu.
“Sebelumnya Pak. Tempat saya daerah pegunungan, kebun teh. Pameumpeuk mah cakeut pisan ka laut”
“Berapa umur kamu”
“Bulan depan 21 tahun, Bu”
“Udah berkeluarga ?”
“Sudah Bu, tapi sekarang udah cerai”
“Punya anak ?”
“Satu Bu, laki2, umur 2 tahun”
“Dimana anaknya sekarang
Mesum Sedarah: Pijat dan ngeseks dengan pembantu – 3
“Mau”kan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu”?
“Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ?
“Sekarang”?
“Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu”?
Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya.”Maaf Pak, tadi baru mandi ” Kata Tini tergopoh-gopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian danjelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buru-buru.”Engga apa-apa. Bisa mulai ?
“Bisa pak” saya ganti baju dulu”? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut,
Mesum Sedarah: Pijat dan ngeseks dengan pembantu – 2
“Ya” biar sip, gitu. Ah Bapak ini kaya engga tahu aja. Sekarang depannya mau Pak ?”
Mau sih mau, cuman” malu dong ketahuan lagi tegang begini. Ketahuan sama pembantu lagi. Apa boleh buat. Dengan acuhnya aku membalikkan badan. Jelas banget yang tegang itu di balik sarungku. Punyaku memang besarnya sedang2 saja, tapi panjang. Kulihat Tini melirik sekilas kepada punyaku itu, lalu mulai mengurut kakiku. Ekspresinya tak berubah. Biasa saja. Dia memang udah biasa melihat”perangkat’ lelaki.
“Cerita lagi pengalaman kamu” kataku sambil menahan geli. Tangan Tini sudah sampai di pahaku. Kedua belah telapak tangannya membentuk lingkaran yang pas di pahaku, lalu digerakkan mulai dari atas lutut sampai
ke pangkal pahaku berulang-ulang. Terasa jelas beberapa kali jari2nya menyentuh pelirku yang membuat penisku makin kencang tegangnya. Apalagi gerakan mengurut pahaku itu membuatnya harus membungkuk sehingga aku bisa makin jelas melihat